Tag Archives: Arthur Guinness Fund

23 finalis AGF-BC Community Entrepreneurs Challenge Wave IV, Phase 2

Selamat!!.. Komunitas anda terpilih sebagai 23 finalis AGF-BC Community Entrepreneurs Challenge Wave IV, Phase 2 yang terdiri dari 7 Komunitas finalis dengan kategori Madya dan 16 Komunitas finalis dengan Kategori Pemula yang akan mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Informasi akan dikirimkan lewat email ke masing-masing peserta.

Finalis Kategori Madya / Semi Established

Organisasi Kota
Indonesia Medika Malang – Jawa
Timur
KOMUNITAS DAYAK
IBAN
Pontianak
Mosintuwu
Institute
Poso – Sulawesi
Tengah
KWT Melati Pekon
Tribudisyukur
Lampung Barat
CV Energi Persada Bandung
GREENNA Bogor – Jawa
Barat
ALIANSI
PEREMPUAN SULAWESI TENGGARA (ALPEN – SULTRA)
Kendari

5 Hari Belajar Social Entrepreneurship di Inggris #3

Pelanusa_21

Dengan berjalan kaki cukup jauh…akhirnya sampai di lembaga selanjutnya yaitu CITY FARM, wooww lagi !!!…suatu area pertanian di tengah-tengah kota !! nampak beberapa nak-anak yang akrab dengan hewan-hewan , para lansia yang asyik dengan tanaman sayur-sayuran, bunga tulip warna-warni tampak menghiasi halaman ,ada beberapa kandang ternak dan unggas yang diatur sedemikian rupa sehingga mudah untuk disentuh dan dilihat dan itu semua ada di kota LONDON….

5 Hari Belajar Social Entrepreneurship di Inggris #2

Pelanusa_10

Selanjutnya tempat yang akan kita kunjungi adalah suatu kawasan yang bernama QOIN STREET BUILDERS, suatu kawasan yang lahir dari keinginan bersama demi kepentingan bersama.

Kawasan ini bermula sebuah tempat yang tidak berfungsi,lahan tidur yang tidak terawat, karena kepedulian masyarakat maka dengan cara mengumpulkan uang coin, seluruh masyarakat bergerak bersama untuk membeli lahan tidur tersebut dari pemerintah setempat dan membangunnya menjadi kawasan yang sangat bermanfaaat bagi masyarakat.

5 Hari Belajar Social Entrepreneurship di Inggris #1

Berikut adalah kisah perjalanan Endahing Noor Suryanti dari Komunitas Pelangi Nusantara, salah satu pemenang Community Entrepreneurs Challenge Wave III, ke Inggris. (Note: pendapat/opini yang ada dalam artikel ini bukanlah milik, dan tidak mewakili, British Council).

5 Hari Belajar Social Entrepreneurship di Inggris

Wuuiihhh..betapa senangnya hati akhirnya datang juga hari keberangkatan ke London..nerveous,takut, senang,berbaur jadi satu karena belum pernah pergi sejauh itu sendirian tanpa keluarga, sepanjang jalan memohon pada-Nya agar selalu mendapat perlindungan-Nya

Studi Banding ke Inggris Untuk Para Pemenang

Kewirausahaan_Sosial_British_Council_Studi_Banding_1

Pada tanggal 7-11 Mei 2013, British Council menyelenggarakan studi banding mengunjungi sejumlah usaha sosial di London, Inggris. Peserta studi banding terdiri dari pemenang Community Entrepreneurs Challenge Wave III, Ibu E. Noor Suryanti dari Koperasi Pelangi Nusantara; penerima Special Mention CEC Wave III, Martin Kresna Anggara Asda dari CV Roas; dan fasilitator CEC Wave III, M. Bijaksana Junerosano dari Greeneration Indonesia.

Studi Banding ini diselenggarakan bersama dengan i-Genius, jejaring global yang terdiri dari 15,000 wirausahawan sosial dari seluruh dunia. Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang bertukar pikiran dan memperluas jejaring antara para wirausahawan sosial di Indonesia dengan di Inggris.

Beberapa usaha sosial yang dikunjungi pada kesempatan tersebut:

Hari Spesial untuk British Council

Education_UK_Exhibition

Setelah melalui persiapan yang panjang, tanggal 23 Maret kemarin menjadi hari istimewa untuk British Council karena dua acara besar yang ditunggu-tunggu akhirnya terselenggara dengan baik.

Di hari tersebut, Education UK Exhibition 2013 dan Awarding Day Community Entrepreneur Challenge (CEC) Wave III menjadi acara utama British Council dimana pengunjung disajikan dengan berbagai informasi seputar kuliah di Inggris dan kewirausahaan sosial.

Profil Pemenang AGF-BC CEC Wave III: Komunitas Kapuk

Komunitas-Kapuk-3

Mungkinkah situasi rawan banjir di Jakarta menjadi sumber keberuntungan? Sebuah komunitas di daerah utara Jakarta mencoba mengambil manfaat dari masalah banjir, yang kini tidak hanya telah menjadi sumber penghasilan, tapi juga dapat membersihkan lingkungan.

Inspirasinya berasal dari Desa Apung, dimana kelebihan air saat banjir digunakan untuk beternak lele. Komunitas Kapuk di desa Penjaringan menggunakan pemikiran yang sama, dengan membangun koperasi untuk mengelola peternakan lele bersama dengan sebuah program daur ulang sampah.

Profil Pemenang AGF-BC Wave III: Brenjonk

Brejonk-2

Pada tahun 90-an, pemerintah lokal di desa Penanggungan, Mojokerto, membangun sebuah koperasi. Namun tanpa aktivitas perkenalan dan kurangnya keterlibatan warga lokal, inisiatif tersebut tidak dapat berlanjut. Akhirnya di tahun 2002, beberapa warga desa mencoba mengambil pendekatan lokal, dan membangun Brenjonk, sebuah organisasi berbasis komunitas (OBK). Mengawali usahanya dengan menjual beras organik, pada tahun 2007, Brenjonk mulai menjual sayuran, buah-buahan dan rempah organik.

Profil Pemenang AGF-BC Wave III: Koperasi Wanalestari Menoreh

Koperasi-Wanalestari-Menoreh-1

Desa Menoreh sudah melakukan penebangan kayu seluas 17,000 hektar sejak tahun 1980, tetapi bekerja secara perseorangan menyebabkan mereka mengalami ketergantungan dengan para tengkulak sehingga investasi kembali kepada lahan menjadi minim. Beberapa orang mulai memikirkan untuk merubah hal ini dan menjadikan komunitas yang ada menjadi lebih terorganisir. Berkat pertolongan beberapa LSM, Koperasi Wana Lestari Menoreh lahir pada tahun 2007.

Profil Pemenang AGF-BC CEC Wave III: Koperasi Tani Wanita Sedya Mulya

Koperasi Wanita Tani Sedya Mulya-1

Sudah tak banyak lagi yang bisa dilakukan di desa Kemediang, makin banyak warga desa yang pergi ke kota-kota untuk mencari kerja.
Baik untuk bekerja secara permanen ataupun diantara masa tanam. Untuk merespon terhadap kondisi ini, di tahun 1985 sejumlah wanita di desa membentuk beberapa kelompok non-formal untuk membantu satu sama lainnya.