Hip Hop 4 Nation: Menyatukan Dunia Lewat Bahasa

24 Juni 2012 merupakan hari yang dinantikan oleh para hiphopers Yogyakarta. Akhirnya Akala kembali mengunjungi Yogyakarta untuk memenuhi janjinya tampil bersama dengan Jogja Hip Hop Foundation dalam konser kolaborasi Hip Hop 4 Nation.

Jogja Nasional Museum telah disulap sedemikian rupa utk konser kolaborasi malam itu. Tanda masuk yang telah disebar di Geronimo pun telah ludes. Persiapan menuju konser telah dilakukan seluruhnya, free drinks dari Coca Cola pun telah siap menanti BC Friends yang datang lebih awal.

Sebelum acara dimulai, Jogja Hip Hop Foundation melakukan seremoni potong tumpeng, sekalian sebagai syukuran atas telah selesainya pembuatan studio baru milik Jogja Hip Hop Foundation. Semoga dengan demikian karya yang dihasilkan Jogja Hip Hop Foundation akan semakin mengharumkan nama bangsa.

Kemudian acara dibuka oleh Sound Boutique, sebuah komunitas pecinta musik elektronik asal Yogyakarta. Terdiri dari Ari Wulu, Monosynth, Berhala, Soac, Lintang, Toni, dan Uma Guma, mereka benar – benar berhasil memanaskan suasana Jogja Nasional Museum.

Selanjutnya, giliran Kingslee James Daley a.k.a Akala tampil di atas panggung diiringi oleh Chris the drummer. Mereka membawakan lagu demi lagu dari album It’s Not A Rumour, Freedom Lasso, dan dari album terakhirnya Doublethink.

Kingslee tak bosan – bosan menyapa penonton dan mengajak mereka bernyanyi mengikuti lirik lagu – lagunya. Penuh semangat semuanya bernyanyi dan bergoyang mengikuti hentakan lagu dari Akala & Chris. Tak lupa para seniman graffiti yang sibuk menorehkan karyanya di bagian kiri – kanan panggung selama konser berlangsung turut memeriahkan suasana.

Jagoannya warga Yogyakarta, Jogja Hip Hop Foundation tampil dengan penuh semangat. Semua hafal lirik lagu mereka tentunya dan bergoyang tanpa henti. Pada saat lagu Jogja Istimewa dimainkan, beberapa penonton yang duduk – duduk di pinggir, mendadak sontak berdiri memberikan penghormatan untuk lagu tersebut dan untuk Jogja yang memang istimewa.

Di pentas inilah pertama kalinya lagu kolaborasi Jogja Hip Hop Foundation dan Akala dimainkan, When Culture Rhyming Noise dan tentunya Song of Sabdatama, sebagai lagu penutup. Wajah – wajah puas menghiasi hip hopers Jogja usai menonton konser kolaborasi Hip Hop 4 Nation ini.

Perjalanan dilanjutkan ke Bandung untuk menghadiri Konferensi Bahasa International, dimana Akala dan Marzuki dari Jogja Hip Hop Foundation pun dijadwalkan sebagai pembicara. Sempat diadakan konferensi pers yang dihadiri oleh Prof.DR.Ir. Kadarsah Suryadi sebagai Rektor ITB, Mike Banyham dari University Leeds of UK, Duta Besar Inggris untuk Indonesia HE Mark Canning, Marzuki Muhammad dari Jogja Hip Hop Foundation serta Akala.

Prof DR Ir. Kadarsah Suryadi menerangkan bahwa tujuan diadakannya Konferensi Bahasa Internasional ini untuk melihat peranan bahasa sebagai penunjang kemajuan bangsa. Karena melalui bahasa lah, kita dapat memperkenalkan bangsa ini ke masyarakat global.

“Boleh berbahasa internasional, tapi jangan lupakan bahasa sendiri,” pesan Prof DR Ir Kadarsah Suryadi.

Di konferensi pers ini pun Marjuki dan Akala menerangkan bahwa lagu kolaborasi mereka, Song of Sabdatama, akan terus dibagikan secara gratis. “Because sharing is power,” ujar Marzuki Muhammad, sekaligus juga menutup konferensi pers siang itu.



BC friends yang ingin terus menyebarkan virus “Sharing is power”, silakan download lagu-lagu kolaborasi ini di  http://soundcloud.com/BCindonesia. 

Jangan lupa sebarkan ke teman-teman yang lain ya!