Kunjungan Tamu Istimewa

Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Inggris, David Willetts dan CEO Liga Primer Inggris, Richard Scudamore bertandang ke sekolah binaan British Council, SDN 02 Cideng, Jakarta Pusat, dalam rangkaian acara dari British Council. more... »

Community Entrepreneurs Challenge Wave 3

Kompetisi untuk mengidentifikasi dan mendukung wirausahawan potensial yang memiliki ide cemerlang untuk membantu mengembangkan komunitas mereka untuk menciptakan dan mengelola usaha secara mandiri more... »

Skills for Employability Challenge 2012

Skills for Employability is a British Council programme that promotes cultural relations; its central purpose is to develop international partnerships for the exchange of knowledge and ideas more... »

 

Skills for Employability Challenge 2012 – Young Game Changers Indonesia

 

Skills for Employability

Skills for Employability is a British Council programme that promotes cultural relations; its central purpose is to develop international partnerships for the exchange of knowledge and ideas.

We focus on building strong relationships and positive engagement between employers, governments and training providers, and education institutions around the world. We aim to foster the attributes, skills, and knowledge in all labour market participants need so that they are better able to respond to work and enterprise demands.

Inilah Para Pemenang Kuis Hari Eropa!

Terima kasih telah berpartisipasi di Kuis Hari Eropa!

Berikut adalah daftar pemenang yang mendapatkan hadiah dari British Council.

CEC Wave 3 Bagi-Bagi iPod Shuffle

Teman-teman mau belajar soal kewirausahaan sosial berbasis komunitas dan mendapatkan kesempatan memenangkan iPod Shuffle dari British Council?

Ikuti kuis kami di twitter pada hari Rabu, Kamis dan Jumat (09-11 Mei 2012).

Setiap hari akan ada satu kuis dengan hanya satu pemenang!

Pemenang dengan jawaban yang benar akan diundi dan diumumkan pada peluncuran Kompetisi CEC Wave III, Sabtu, 12 Mei 2012 di Studio Blitz Megaplex, Pacific Place.

Mau ikutan? Begini caranya:

  • Kami akan menyampaikan teka-teki yang jawabannya mengacu pada suatu benda/ komunitas/ lokasi.
  • Foto benda/ komunitas/ lokasi ini terdapat di Pameran Foto Kreatifitas untuk Komunitas yang Lestari di Lobi Teater Mini, Taman Ismail Marzuki yang terbuka sampai hari Jumat, 11 Mei 2012 pkl. 13.00 – 21.00.
  • Untuk menjawab pertanyaan, cari kemudian tweetpic foto pada pameran yang menampilkan jawaban kuis.
  • Jangan lupa menyertakan nama dan kegiatan usaha komunitas yang terkait dengan foto tersebut, #cec3 dan mention @BCIndonesia pada jawaban!

Hadiah dapat diambil pada saat peluncuran kompetisi hari Sabtu.

Untuk informasi kegiatan silakan buka Lokakarya Fotografi dan Peluncuran AGF-BC Community Entrepreneur Challange Wave 3

Peluncuran Pameran dan Lokakarya Fotografi

Fred Otienno (AGF Representative) dan Keith Davis (Country Director, British Council Indonesia)

Pada hari Selasa, 8-Mei-2012, Arthur Guinness Fund bersama British Council meluncurkan pameran dan lokakarya fotografi yang bertempat di teater kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Peluncuran AGF-BC Community Entrepreneurs Challange Wave 3

“Champions of Change”
Arthur Guinness Fund-British Council
Community Entrepreneurs Challenge (AGF-BC CEC) WAVE III 

Bagaimana bisnis dapat membawa kebaikan demi komunitas?

CEC Wave 3

Membangun Komunitas Melalui Kewirausahaan Sosial Berbasis Komunitas

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists on trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”

George Bernard Shaw, Man and Superman, Maxims for Revolutionaries, 1903

John Elkington dan Pamela Hartigan percaya bahwa dunia ini penuh dengan “unreasonable people, yakni orang-orang yang tidak mau mendengarkan skeptisisme lingkungannya dan percaya bahwa pasar, yang sering dipersepsikan bersifat eksploitatif, dapat digunakan demi kepentingan bersama.

Kami menyebut mereka social entrepreneurs wirausahawan sosial.

Kewirausahaan sosial berkembang di Inggris sejak tahun 1970an ketika komunitas menggunakan pendekatan kewirausahaaan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan di sekitar mereka.

Saat ini berbagai penelitian membuktikan adanya suatu tren dimana organisasi-organisasi swadaya masyarakat mulai bergerak menjauhi tradisi mengandalkan kontribusi amal (charity) ke arah pendekatan kewirausahaan. Mereka menjalankan usaha yang inovatif untuk mendanai aktivitas sosialnya.

Kewirausahaan sosial telah berkembang secara global; mulai dari Coin Street di Inggris, Aravind Eye Care Centre dariIndiadan Telapak dan Koperasi Hutan Jati Lestari di Indonesia.

Secara lebih spesifik, kewirausahaan sosial yang berbasis pada komunitas dikenal dengan sebutan Community Entrepreneurship, yakni usaha yang dikelola bersama secara terbuka dan demokratis oleh para anggota komunitas.

Seorang wirausahawan sosial berbasis komunitas adalah pemimpin yang mampu mendirikan atau mengelola usaha sosial untuk mengatasi persoalan yang dihadapi komunitas. Mereka kreatif dan inovatif dalam membentuk rencana usaha pantang menyerah dalam mencapai objektif sosialnya.

 

AGF-BC Community Entrepreneurs Challenge (CEC) Wave III

AGF-BC CEC Wave III merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan mendukung komunitas yang memiliki komitmen dan ide cemerlang dalam menggagas dan mengelola secara mandiri usaha yang bertujuan mengatasi persoalan sosial dan lingkungan masing-masing. Selama dua tahun, dari 2010-2011, CEC telah menerima aplikasi lebih dari 700 komunitas dari seluruh Indonesia.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kompetisi AGF-BC CEC Wave III memadukan tantangan yang dialami komunitas dengan melibatkan kaum muda secara aktif. Kompetisi ini akan dibagi menjadi dua bagian: Community Journalism Competition (Aplikasi: 12 Mei 2012- 14 Juni 2012) dan Community Enterprise Competition (Aplikasi: 23 Juli 2012 – 24 September 2012).

Diharapkan, kompetisi ini dapat membuka kesempatan bekerjasama antar komunitas secara kreatif dalam mengembangkan solusi kewirausahaan sosial berkesinambungan.

 

CEC Wave III – Community Journalism Competition

Apakah teman-teman tertarik untuk mendukung para wirausahawan sosial di Indonesia?

Kami tengah mencari kaum muda inspiratif yang bersedia tinggal bersama komunitas untuk merekam kegiatan usaha mereka melalui film dokumenter singkat!

Kompetisi ini terbuka bagi para pembuat film dokumenter pemula (Bukan tenaga professional di lembaga Broadcasting atau Film (dan, atau sedang bekerja dilembaga tersebut) kecuali mereka yang aktif di TV Komunitas.)

6 kelompok finalis yang beruntung akan mendapatkan:

  • Pelatihan dan bimbingan praktisi film dan televisi selama proses pembuatan film documenter singkat
  • Kamera HD yang digunakan saat  pembuatan film dokumenter akan menjadi milik masing-masing kelompok
  • Film dokumenter singkat hasil karya para finalis akan ditayangkan dalam malam penganugerahan juara Community Entrepreneurs Challenge Wave III

Selain mendapatkan fasilitas di atas,

Juara 2 akan mendapatkan 3 iPad untuk masing-masing anggota kelompok (satu kelompok terdiri dari 3 anggota)

Juara 1 akan mendapatkan hadiah bernilai total hingga IDR 50,000,000.

Jika tertarik untuk berpartisipasi, silakan mengunduh Acuan Kompetisi dan Lembar Aplikasi.

Aplikasi dibuka pada tanggal: 12 Mei 2012 – 14 Juni 2012.

Aplikasi dikirim ke aplikasi.cec@britishcouncil.or.id atau melalui pos ke:

British Council Indonesia
StockExchangeBuildingTowerII Fl.16
Jln. Sudirman Kav. 52-53,Jakarta
Indonesia12190 |Indonesia

Demi menghemat kertas, British Council menyarankan pengiriman aplikasi melalui surat elektronik.

 

CEC Wave III – Community Enterprise Competition

AGF-BC CEC adalah kompetisi yang diadakan oleh British Council bekerja sama dengan Arthur Guinness Fund yang mengajak usaha-usaha sosial berbasis komunitas di Indonesia (baik yang baru ingin memulai usahanya maupun yang telah berjalan) untuk mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam serangkaian lokakarya, kesempatan berjejaring dan mendapatkan dana investasi hibah yang bernilai total hingga IDR 600 juta.

Community Enterprise Competition bertujuan mengembangkan suatu sistem pendukung yang berkelanjutan untuk para wirausahawan sosial berbasis komunitas yang beraspirasi memberikan manfaat nyata kepada komunitas secara berkelanjutan.

Setelah dua tahun mendukung kewirausahaan sosial berbasis komunitas, British Council dan Arthur Guinness Fund kembali mengundang para wirausahawan sosial untuk berpartisipasi dalam AGF-BC Community Entrepreneurs Wave III!

Aplikasi Community Enterprise Competition baru akan kami buka tanggal: 23 Juli 2012.

Untuk informasi terbaru mengenai AGF-BC CEC Wave III ikuti British Council Indonesia Facebook fanpage atau kontak Sri Nalarani (sri.nalarani@britishcouncil.or.id)

Datang ke Acara Peluncuran!

Untuk pendaftaran ke acara peluncuran CEC Wave 3, silakan mendaftar di CEC Wave 3 Registration.

British Council is Looking for IELTS Examiners

Managing Change in English Language Teaching

This is taken from Teaching English’s site

Lessons from Experience

Edited by Dr Christopher Tribble

Drawing on a wide range of international experience, this new collection focuses on the challenges of designing and implementing English language teaching change projects.

In the context of a rapidly changing, global economy, governments, ministries of education and education professionals are having to respond to increasing demands for improvements in the learning and teaching of English in formal education systems.

Berbagi Pengalaman di 2nd Indonesia Climate Change Expo

Seperti diberitakan sebelumnya, British Council Indonesia juga turut berpartisipasi dalam pameran 2nd Indonesia Climate Change Expo di Jakarta.

Dan hari ini, British Council juga berpartisipasi dalam sebuah acara talkshow yang dihadiri oleh Shana Fatina, salah seorang pemenang E-Idea.

Cintai Bumi, Apipun Menghijau

Ahmed Tessario (1988) menyandang gelar S2 Manajemen Industri dari sebuah universitas berkualitas di Jawa Timur, Institut Teknologi Sepuluh November, di Surabaya.

Bersama dengan timnya Achmad Ferdiansyah, memproduksi gel Methilated Spirits sebagai bahan bakar untuk kompor dan penghangat makanan spiritus yang digunakan di hotel, restoran dan bisnis katering.

Ajari Murid Bahasa Inggris Dengan Media Digital

Jamie Keddie

Belajar Bahasa Inggris juga bisa menyenangkan. Apalagi kalau materi penyampaiannya dibuat menarik. Seperti misalnya menggunakan media digital.

Berkaitan dengan itu, British Council akan mendatangkan, Jamie Keddie,  seorang pakar pendidikan Bahasa Inggris yang secara aktif menggunakan media digital dalam metode pengajarannya.